Selasa, 29 Mei 2012

Satu Garis

Dalam satu garis kita merenungi, tentang apa saja.

Inilah kita, yang masih saja berjejalan di dalam bus kota. Seribu wajah dalam kecemasan yang sama, ingin segera sampai di tempat singgah. Sebut saja rumah. Ada banyak pengharapan hadir di sana. Hati yang tak lagi lelah, percakapan ringan, suara anak-anak yang tertawa renyah dan suara adzan yang menggetarkan.

Inilah kita, yang bertahan dalam langkah. Seribu cita-cita yang dirangkum untuk sebuah senyum. Karena ada yang berbahagia, ada yang menemukan jalan keluar, ada yang menemui yang ingin dijumpai, hingga ada yang menangis karena tak ada lagi cara yang cukup untuk perasaan gembira.

Inilah kita, dalam satu garis yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar