Selasa, 29 Mei 2012

Memilih Masa

Selamat Siang, semuanya..

Seperti usia saya yang semakin siang, ada banyak pilihan yang tentunya telah dijalani. Apapun itu, saya masih ingin menulis prosa-prosa pendek dan puisi. Entah akan jadi apa nantinya.

Seperti entahnya saya yang tiba-tiba menjalani hidup sebagai dokter, pengajar di sebuah kampus dan sekaligus mahasiswa di kampus lain. Menyenangkan sekali bisa belajar, apalagi tanpa beban finansial yang kebanyakan membebani anak bangsa ini untuk melanjutkan sekolah.

Bukan bermaksud menyia-nyiakan diri dengan kata 'entah'. Ini hanya sebagai ungkapan bahwa saya sesungguhnya masih hilang dalam pusaran. Walaupun teman-teman saya mengatakan, bahwa saya sudah menemukan diri saya sejak jauh-jauh hari. Bahkan sejak teman-teman seumuran saya masih bertanya apa itu jati diri.

Lantas apa yang hilang?

Sesungguhnya, saya masih hilang. Diri saya yang lain entah ada di belahan dunia yang mana. Padahal sudah jauh-jauh hari saya menyiapkan diri untuk mencintainya dalam bingkai ikatan yang Tuhan berkahi. Ingin rasanya melayaninya dengan cinta yang saya punya. Kemudian melahirkan anak-anak darinya, juga mendidik mereka dengan tangan saya.

Mungkin saya belum mampu untuk itu. Sehingga saya harus mempersiapkan diri kembali. Sambil menantinya memilih masa, dimana dia akan datang dengan segenap pesona, juga cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar