Sabtu, 08 Juni 2013

Surat dari Bulan Juni

Semoga keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah terlimpah padamu.

Tiba-tiba saja, aku ingin mengucapkan salam padamu dengan bahasa yang kita mengerti. Menghayati dan mengaminka sebuah doa dengan sungguh.

Salam, doa keselamatan, memang sangat mesra jika kita ucapkan sejak awal bertemu. Apalagi yang diharapkan pertama kali selain keselamatan? Seperti yang kau tahu, dunia di luar sana tengah hiruk pikuk. Bertengkar atas segala sesuatu, berebut, bersitegang, bahkan saling menghantam. Yang mengaku pemimpin melupakan apa yang diamanahkan, yang mengaku rakyat lupa apa yang semsetinya dilakukan. Ada masanya kita menjadi sangat tidak mengerti atas segalanya. Maka doa keselamatan untukmu yang aku panjatkan. Agar kau tetap dijaga dari hingar bingar, yang akan mengeruhkan embun di jiwamu. Agar kau tetap selamat, dunia dan akhirat.

Di antara semua keributan itu, semoga kau tetap menjadi barisan dari mereka yang bertindak. Mengerjakan banyak hal yang membangun sambil terus menyusun cita-cita yang bertumbuh. Semakin waktu berjalan, semakin besar dan luas jangkauan cita-citamu. Apalagi yang diharapkan dari seseorang yang baik, jika tidak menggerakkan kebaikan bagi sekitarnya; bagi kita, bagi keluarga, bagi saudara dan bagi umat.

Mungkin akan melelahkan ketika dirimu kau kerahkan penuh. Tapi tidak perlu cemas, kita akan menyusun tempat-tempat untuk sekedar menghela nafas yang terengah atau merehatkan langkah yang jenuh. Mari bercerita tentang jalan-jalan yang sudah dilampaui, syukur yang semestinya dipanjatkan dan doa-doa sunyi yang kita simpan rapat sebelumnya. Atau percakapan ringan tentang bagaimana kau belajar naik sepeda semasa kecil sepertinya menyenangkan.

Kemudian kita akan melangkah kembali dengan semangat yang seakan tidak akan surut. Kita kalahkan pagi yang menggigil, kita jinakkan jalan-jalan berkerikil. Dan yang terpenting, kita taklukkan segala kemalasan dan alasan yang sempat mengerdilkan. Terdengar heroik dan menyenangkan, bukan?

Mari aku sambut tanganmu. Kita melangkah kembali.

Salam kangen dariku yang sering kau puisikan,
Bulan Juni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar