Jika angin tengah
kencang-kencangnya, berarti bukan waktu yang baik untuk melihat
rawa-rawa yang kita kagumi sepanjang malam purnama. Air di sana tengah
riuh bergerak, menuruti arah angin pergi. Bertabrakan satu sama lain,
pecah, bergerak lagi, pecah, bergerak lagi.
Tapi bukan berarti kita harus bersedih. Ini hanyalah hari yang dipenuhi angin kencang dari pagi sampai senjanya. Dan esok, mungkin akan berbeda. Kita akan bertemu dengan suasana lain. Entah hari yang hujan, hari yang terik, hari yang tenang, hari yang penuh kupu-kupu atau wujud hari yang lain.
Memang kita tidak harus bersedih. Karena ini hanyalah hari yang selayaknya kita jalani dengan baik. Yang sedih akan terlupa. Yang bahagia akan berlalu. Semuanya bergantian, menyambut kita. Mesra.
Kita hanya perlu terjaga. Untuk melupakan atau mengingat sekadarnya.
Tapi bukan berarti kita harus bersedih. Ini hanyalah hari yang dipenuhi angin kencang dari pagi sampai senjanya. Dan esok, mungkin akan berbeda. Kita akan bertemu dengan suasana lain. Entah hari yang hujan, hari yang terik, hari yang tenang, hari yang penuh kupu-kupu atau wujud hari yang lain.
Memang kita tidak harus bersedih. Karena ini hanyalah hari yang selayaknya kita jalani dengan baik. Yang sedih akan terlupa. Yang bahagia akan berlalu. Semuanya bergantian, menyambut kita. Mesra.
Kita hanya perlu terjaga. Untuk melupakan atau mengingat sekadarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar