Dunia terlalu hiruk pikuk. Maka kita membutuhkan malam yang hibernal, menyemai rindu dalam ingatan yang susah payah kita pertiahankan; tentang Tuhan.
Seperti akan kekal dalam rahasia, saya mengadu tentang apa saja. Dari hal remeh temeh, tentang kasur angin saya yang tiba-tiba menjadi tidak berguna, sampai bertanya tentang sesuatu yang penting; Tuhan, dimanakah perjalanan ini akan bermuara, menggenapkan cinta yang Kau beri.
Dan seperti inilah kita akan melanjutkan perjalanan, dalam dunia yang hiruk pikuk namun di jalan yang sepi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar