Tampilkan postingan dengan label matahari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label matahari. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Agustus 2012

Menunggu Kepulangan

Mendoakan siapa saja yang tengah menempuh perjalanan menuju rumah yang sangat dirindukan. Semoga selalu dalam keselamatan dan tertunaikan apa yang tengah membuncah di dalam hati.

Yang tadinya saling membaca jarak, semoga menjadi dekat tanpa jarak. Yang tadinya merasa tak terlalu peduli atas keberadaannya, semoga mengerti bahwa ketika jauh ada rindu yang diam-diam menggumpal semakin besar. Kemudian sadar, bahwa setiap kehadiran tidak tergantikan.

Dan untuk kau, yang tengah menanti detik-detik perjalanan itu, seribu doa bersamamu.

Selasa, 29 Mei 2012

Senyum Matahari

Kita yang melepaskan sesuatu dalam genggaman, kemudian menyerahkannya kepada matahari, mungkin pada awalnya seperti berusaha hidup tanpa hati. Mematikan rasa mungkin akan ditempuh, jika memang semua jalan tertutup. Lampu-lampu dipadamkan, pintu-pintu dikunci rapat, bulan terbenam dan bintang-bintang diturunkan dari gantungan.

Inikah yang disebut kesedihan, Ibu? Ada yang siap jatuh, menetes dari sudut mata ketika kita di dalam ruang pengap, terkunci dan tanpa cahaya. Diam-diam, kegelapan kita telusuri. Mengalir dari hulu menuju muaranya yang entah. Hanyut tanpa arus, hilang tanpa sebab.

Padahal, yang terjadi bukan semata-mata membuat sengsara.  Ini hanya akan membantu kita memahami, bahwa ada waktunya kebahagiaan dapat kita sambut dengan cara lain; memadamkan lampu, bulan dan bintang, kemudian menyalakan matahari. Seperti halnya Tuhan memberikan pelajaran, ketika Dia menggulirkan siang-malam.

Kita mencoba mengerti, memilih bahagia dengan senyum matahari.